Polres Meranti gelar rakor lintas sektoral perkuat, Pengamanan Pilkades Serentak

Rabu, 23 September 2026 - 22:35:26 WIB Cetak

SELATPANJANG,WARTAPOROS.COM – Polres Kepulauan Meranti mematangkan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, penyelenggara pemilu, camat, hingga panitia Pilkades.


 

Rakor yang dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., tersebut berlangsung di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti, Rabu (23/9/2026).

Loading...


 

Kegiatan itu dihadiri Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah, S.H. yang mewakili Bupati, Ketua DPRD H. Khalid Ali, S.E., unsur Kejaksaan Negeri, TNI, KPU, Bawaslu, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), para pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, camat, serta penjabat kepala desa dan ketua panitia dari 12 desa yang akan menggelar Pilkades.


 

Dalam rakor tersebut, kepolisian memetakan sejumlah potensi kerawanan yang dapat muncul selama tahapan Pilkades, mulai dari persaingan antarpendukung, isu keberpihakan aparatur, mobilisasi massa, hingga persoalan daftar pemilih dan hasil penghitungan suara.


 

Kapolres Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan pengamanan tidak hanya dilakukan saat pemungutan suara, tetapi harus dimulai sejak seluruh tahapan Pilkades berjalan.


 

“Pemilihan kepala desa perlu mendapat pengamanan sejak awal tahapan, mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran dan penetapan calon, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara hingga pelantikan,” kata Gede.


 

Menurutnya, setiap potensi kerawanan harus dideteksi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


 

Kapolres juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi dan segera melaporkan perkembangan situasi di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.


 

Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang dilakukan Polres Meranti. Pemkab, kata dia, berkomitmen menjaga seluruh tahapan Pilkades agar berlangsung aman, tertib, dan lancar.


 

“Setiap persoalan yang muncul agar segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan sehingga dapat dicari solusi bersama. Pemkab siap membuka ruang koordinasi dan menerima masukan dari semua pihak,” ujarnya.


 

Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti dalam paparannya menyebut Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 12 desa dengan mengusung tema “Bersama Membangun Desa, Menuju Meranti yang Lebih Baik”.


 

Tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut disebut telah selesai. Selanjutnya, pemutakhiran data pemilih berlangsung pada 17 September hingga 1 Oktober 2026, dilanjutkan masa kampanye pada 2–4 Oktober 2026.


 

Adapun pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, dengan ketentuan menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Kepulauan Meranti.


 

Dari sisi pengamanan, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Kompol Wan Mantazakka menyampaikan bahwa terdapat 12 desa, 35 tempat pemungutan suara (TPS), dan 33 calon kepala desa yang menjadi sasaran pengamanan.


 

Kekuatan personel yang disiapkan terdiri dari 382 personel Polri, 36 personel TNI AD, serta 70 anggota Linmas.


 

“Pengamanan difokuskan pada deteksi dini, monitoring tahapan, dan penguatan cooling system terhadap calon kepala desa dan tokoh masyarakat,” jelas Wan Mantazakka.


 

Sementara itu, Sat Intelkam Polres Meranti memetakan sejumlah potensi gangguan, di antaranya gesekan antarpendukung, intimidasi, mobilisasi massa, persoalan daftar pemilih tetap, perselisihan mengenai suara sah dan tidak sah, serta kendala akses, cuaca, dan banjir rob.


 

Beberapa lokasi juga menjadi perhatian khusus kepolisian, antara lain TPS 06 Alah Air, TPS 02 Baran Melintang, TPS 01 Beting, serta TPS 01 dan TPS 02 Bungur.


 

Kampanye dengan metode door to door juga menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan pertemuan atau papasan antarpendukung calon.


 

Kapolres menegaskan seluruh unsur harus mengedepankan langkah pencegahan melalui deteksi dini, koordinasi lintas sektoral, serta pendekatan cooling system terhadap calon kepala desa, panitia, tokoh masyarakat, dan para pendukung.


 

Dengan pengamanan tersebut, seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga proses pelantikan kepala desa terpilih.(Manik







Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+