10 Ribu Pengunjung Hadiri Karnaval Grebek Sudiro Surakarta

Ahad, 03 Februari 2019 - 19:10:41 WIB Cetak

Pagelaran Grebek Sudiro

WARTAPOROS.COM—Pagelaran Grebek Sudiro merupakan tradisi tahunan yang ditaja oleh Pemerintah Kota (Pemko) Surakarta. Di tahun ini Grebek Sudiro bertema kebhinekaan.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari beragam acara untuk menyambut tahun baru Imlek, pada perayaan tahun Baru Imlek 2570/ 2019 ada Karnaval yang merupakan bagian dari Grebeg Sudiro. Karnaval tersebut nantinya akan diikuti sebanyak 1.500 peserta yang terbagi dalam 50 kelompok dan peserta akan menempuh jarak sekitar 2,5 km.

Dikatakan Babinsa Kelurahan Sudiroprajan Sertu Jhoni dan Koptu Agus S saat  melakukan pengamanan di depan Pasar Gede Solo, Minggu (03/02). Adapun route Karnaval akan dimulai dari depan Panggung Utama di Sekitar Tugu Jam Pasar Gede -Jln Sudirman-Jln Mayor Kusmanto-Jln Kapten Mulyadi-Jln RE. Martadinata-Jln Cut Nyak Dien-Jln Ir.Juanda dan Finis di delan Pasar Gede.

Loading...

“ Setiap Peserta akan di beri Kesempatan menampilkan atraksi di depan Panggung dengan Durasi Waktu 2 Menit agar tidak Menimbulkan kemacetan,” paparnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan Karnaval tersebut akan ada Replika Burung Garuda yang melambangkan NKRI yang menyatukan antara Jawa dan Etnis Tionghua yang bersatu dalam kegiatan Karnaval Grebeg Sudiroprajan dan juga ada Replika Stasiun Jebres dan Klenteng Tien Kok Sie yang ada di Kota Solo untuk Mengenalkan Potensi Wisata Lokal Melalui Replika Tersebut.

Hadir dalam Kegiatan Karnaval ini Walikota Surakarta FX.Hadi Rudyatmo, Wakil Walikota H.Purnomo, Ketua DPRD Surakarta Drs.Teguh Prakoso, Dinas Pariwisata Hasto Gunawan, Lurah Sudiroprajan Drs.Dalima dan Ketua Klenteng Liem Koh Sun.

Diperkirakan dalam acara Karnaval Grebeg Sudiro Tahun ini di hadiri kurang lebih 10.000 Pengunjung baik dalam dan luar Kota Surakarta.***



Baca Juga Topik #nasional+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+
Pariwisata

FJPI Riau Gelar Women Journalist Workshop

Ahad, 10 Maret 2019
Pariwisata

Malaysia sahkan UU Anti-Teror kontroversial

Selasa, 07 April 2015