Warga Jangan Takut Polisi Turun Lagi Kejalan,Polisi Hanya Bagi-Bagi Masker Pada Pengendara

Ahad, 15 September 2019 - 11:20:38 WIB Cetak

Aksi peduli bagi bagi masker yang dilakukan oleh jajaran Polres Solok Selatan mendapat respon positif dari masyarakat.ABG

PADANG ARO,WP.COM--Sudah dua minggu masyarakat Solok Selatan tidak mendapatkan udara segar,akibat dari asap kiriman pembakaran hutan yang terjadi sejumlah wilayah di Sumatra.

Sejumlah warga sudah ada yang terserang penyakit ispha,batuk,alergri,dan sesak nafas,sehingga banyak dari warga yang enggan untuk beraktifitas diluar sebelum matahari keluar.

Untuk mengantisipasi agar warga tidak terserang penyakit dan bisa melaksanalan tugas dan beraktifitas.Kapolres Solok Selatan kembali turun kejalan untuk membagi bagikan masker kepada warga dan  pengendara.

Loading...

Aksi peduli ini langsung diperintahkan seluruh Polsek Polsek yang ada diwilayah hukum Polres Solok Selatan,agar segera lakukan aksi peduli bagi bagi masker.

Kabut Asap yang telah melanda Kabupaten Solok Selatan dan Sumatera Barat pada umumnya yang membuat masyarakat sulit untuk menghirup udara segar.

"Peduli kesehatan masyarakat Solok Selatan wujud dari kepedulian Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal,"Ujar Kapolres  Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto,kepada Awak Media usai aksi bagi bagi masker di RTH Muaralabuh.Minggu (15/9)

Perintahkan Para kapolsek sejajaran untuk bagikan Masker gratis kepada pengedara bermotor,merupakan aksi kemanusiaan yang selama dua minggu ini udara tidak sedap dan kabut asap yang semakin tebal.

Banyak warga yang mengalami gangguan pernapasan,batuk,asma dan alergi,makanya pihak kepolsian segera mengambil langkah,sekaligus instruksi daei pimpinan Bapak Kapolda Sumbar.

Sementara itu Sekretaris Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH) Solok Selatan, Novi Hendrix saat dikonfirmasi Media ini di Muaralabuh.Minggu (15/9) mengatakan,memang diakui kondisi udara di Solok Selatan ini sudah diambang baku mutu.

"Memang untuk wilayah Solok Selatan ini ada kenaikan dari biasanya akibat kabut asap ini tetapi masih dalam kategori belum berbahaya,"Ucapnya.

Novi menilai apabila kualitas masih dibawah 50 mikrogram per meter kubik itu dalam kategori belum berbahaya dan di Solok Selatan bari di angka 22 mikrogram permeter kubik.

Dia mengungkapkan alat pengukur kualitas udara ini hanya satu unit makanya pihaknya melakukan pengujian secara bergantian dibeberapa titik.

Dua hari yang lalu pengujian telah dilakukan oleh petugas di lokasi wisata unggulan Saribu Rumah Gadang di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu.

"Pengujian hari ini hasilnya baru bisa dilihat pada Senin,"Sebutnya.

Dalam pengujian kualitas udara pihaknya memakai ambang baku mutu parameter PM 10 dengan durasi waktu pengukuran 24 jam.

Untuk pengujian analisis udara kali ini pihaknya fokus di tiga titik yaitu di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu yang sedang dilaksanakan Timbulun Kecamatan Sangir sudah selesai dan Lubuak Malako Sangir Jujuan.

Selain itu katanya, apabila saat pengujian turun hujan pengujian tidak bisa dilanjutkan sehingga harus diulang lagi.

Pihaknya juga berterimakasih kepada aparat kepolisian yang sudah cepat tanggap membantu warga dalam aksi peduli bagi bagi masker.ABG





Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+