Harga Karet Anjlok, Petani Solsel Minta Pemerintah Segera Carikan Solusi Agar Stabil

Rabu, 04 September 2019 - 14:36:53 WIB Cetak

Salah seorang pedagang (Toke) karet Basri sedang menunggu petani penjual karet disalah satu perkebunan karet.Abg

SOLSEL,WP.COM--Beberapa bulan yang lalu beredar kabar naiknya harga karet dipasaran oleh sejumlah pakar ekonomi, namun isu tersebut tidak membuat para petani karet percaya begitu saja.

Buktinya hingga kini harga karet masih jauh dibawah standar, bahkan sudah banyak petani karet yang memangkas karetnya beralih tanamanya ke tanaman komoditi lainya.

Hasil tinjauan Wartaporos.com dibeberapa daerah penghasil karet, seperti Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan (Solsel). Sejumlah petani karet sangat kecewa dengan harga karet semenjak tahun 2010 yang lalu.

Loading...

Salah seorang petani Anto saat diwawancarai media, Rabu (4/9) mengatakan. Kalau ada pekerjaan lain, lebih baik kita bekerja yang lain dari pada menakik karet, sebab tidak sebanding harga jual dengan usaha dan susah.

" Sudah banyak warga yang meninggalkan kebunya dan beralih usaha lain," terangnya.

Sementara itu salah seorang pemasok ( Toke) karet Bakir (60) mengatakan, Ia membeli karet seharga bersih Rp 7000 perkilonya.

" Bahkan di Muaralabuh ini Saya yang bertahan membeli karet," paparnya.

Diakuinya memang semenjak tahun 2010 lalu harga karet sangat tidak menentu, bahkan jauh dibawah harga normal. Sehingga para petani banyak yang malas mengolah kebun karetnya.

" Jujur saja untuk daerah Kapau Alam Pauh Duo ini mayoritas petani karet, dan ekonomi masyarakat disini sangat tendah akibat harga karet jauh lebih murah," jelasnya.

" Bisa dibayangkan saja bagi masyarakat yang ingin mencari kehidupan, jika karet mahal, ada pekerjaan proyek didepan matanya mereka malas untuk bekerja. Tetapi jika harga karet murah, mereka tentu mencari pekerjaan apa saja untuk menghidupi keluarganya," imbuhnya.

Diakui, pasokan karetpun saat ini jauh berkurang, biasanya anak saya bisa mengirim karet empat mobil Colt Diesel setiap minggunya, sekarang dua mobil saja susah.

Untuk itu, Basri bersama petani lainya sangat berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat pada umumnya agar segera memikirkan petani karet, dan mencari solusi untuk  menstabilkan kembali harga karet.

" Karena di Solok Selatan ini umumnya lahan petani itu berisikan karet," pungkasnya. (Abg)



Baca Juga Topik #ekbis+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+