Diduga Mantan Penghulu Rawang Air Putih Tilap Dana Kas Kebun Sawit Kampung

Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:46:39 WIB Cetak

Ilustrasi.(Foto:Int)

SIAK,WP.COM– Seiring bergulirnya dugaan pengelapan dana kas kebun sawit Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak Kabupaten Siak,  yang kini lagi hangat- hangatnya. Mencuat bukti-bukti kongkrit, yakni diduga kuat dana kas kebun sawit Kampung sebesar Rp100 juta telah ditilap oleh mantan penghulu.

Kini, dana kas kebun sawit Kampung Rawang Air Putih tersebut diduga ditilap untuk kepentingan pribadi mantan penghulu yang seharusnya masuk ke kas buku Kampung. Bahkan saat menjabat sebagai Penghulu dana kas Kampung itu kosong alias nol rupiah.

Kepada awak media, Pejabat sementara Kampung Rawang Air Putih, Bobi Irawan Al Yamani mengakui, adanya indikasi ini. Dalam pernyataanya, mantan penghulu mengatakan untuk indent enam bulan mobil ambulance, akan tetapi saat PJ kampung mengajak dimana indentnya, mantan penghulu tidak mau menyebut tempat indent mobil ambulance itu. Selasa, (20/8)

Loading...

“Saya menjabat baru tiga hari, tokoh masyarakat mendesak saya untuk mempertanyakan dana kas kebun sawit, lalu saya coba untuk panggil bendahara mempertanyakan uang kas kebun sawit, bendahara mengatakan, tidak ada dana kas kebun sawit, bahkan bendahara mengatakan kurang lebih 100 juta tidak masuk kas Kampung. Mantan penghulu diduga kuat telah  mengunakan dana kas kebun sawit ,”terangnya.

PJ menambahkan, saat ditanyakan larinya dana kas kebun sawit tersebut ke mantan penghulu, dirinya mengatakan, telah digunakan untuk indent enam bulan mobil ambulance. Namun setelah ditanyakan dimana indent, mantan penghulu Kampung Rawang Air putih itu tidak bisa menunjukkan tempatnya

“Karena mantan penghulu Rawang Air  Putih  sampai saat ini tidak ada itikad baik, maka masyarakat Kampung menjadi gerah. Besar harapan masyarakat agar kasus ini cepat selesai."katanya.

Terpisah, tentang dana kas kebun sawit kampung itu Mantan Kepala Kampung, Zaini harus ada undang-undangnya dan saat ini belum ada peraturan desanya. Pasalnya tanah dan kas desa belum ada surat-suratnya sehingga masih atas nama perorangan.

"Tanah itu tidak dibunyikan dana kas desa, itu harus diatur dasarnya kas desa, berita acara, tercatat tidak di aset desa?" ujarnya.

Terkait adanya asumsi Rp100 juta itu dia mempertanyakan dari mana informasi tersebut, masyarakat mana yang menyampaikan. Jika itu tidak benar katanya bisa pencemaran nama baik.

"Asumsi 100 dari mana..masyarakat siapa, nanti pencemaran nama baik," ungkap Zaini.(Masroni)



Baca Juga Topik #korupsi+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+