Berlantaikan Tanah dan Berdinding Papan, SDN di Pelalawan Ini Jauh Dari Kata Layak

Rabu, 31 Juli 2019 - 14:48:42 WIB Cetak

Kondisi ruangan belajar berlantaikan tanah.

WARTAPOROST.COM-- Kepala SDN 015 Teluk Punak, Delvinis Sofian SPd, tidak menampik mucuatnya pemberitaan di media, menyebutkan bahwa kondisi ruangan belajar di sekolah yang dipimpinnya sangat memprihatinkan. Bahkan Ia mengatakan jika sekolah tersebut jauh dari kata layak.   

" Padahal sekolah itu merupakan salah satu lembaga untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbaik. Memang benar, menuntut ilmu bisa dimana saja, tapi kalau tidak dibarengi fasilitas memadai, tentu juga akan menjadi suatu hambatan dalam pengembangan sumber daya manusia," ujarnya kepada Wartaporos.com, beberapa waktu lalu.

Diakuinya, bahwa kelas tersebut digunakan untuk siswa kelas 2 dan 3, sebab kelas yang lain tidak tidak cukup. Sebab yang permanen hanya memiliki 3 ruang kelas.

Loading...

"Ruang kelas itu merupakan swadaya masyarakat pak, karena kita menilai kelas permanen dari pemerintah hanya tiga ruang kelas. Sedangkan jumlah siswa tahun ini semakin meningkat," terangnya.

" Memang benar sudah ada beberapa relawan yang ingin memberikan bantuan untuk membantu perbaikan ruang kelas."Kami menyambut baik apa yang akan diberikan,"imbuhnya.

Selain itu, sebagaimana informasi yang diterima media ini bahwa Guru yang mengajar di SDN 015 Teluk Punak banyak dari kalangan honorer, sedang untuk guru PNS hanya ada dua orang, itupun termasuk kepala sekolah.

Tentunya, kondisi ini berbanding terbalik dengan sekolah yang berada di tengah perkotaan didominasi oleh guru-guru PNS. Seharusnya pemerintah memberikan pemeratahan terhadap tenaga guru profesional di sekolah plosok, agar lahirnya sumber daya manusia terbaik.

Terkait pemberitaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 015 Teluk Punak, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan yang masih berlantaikan tanah dan berdinding papan beberapa waktu lalu.

Hal ini dibenarkan Kepala SDN 015 Teluk Punak, Delvinis Sofian SPd memang seperti itulah kondisi sekolah kami, jauh dari kata layak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekolah negeri di Kabupaten Pelalawan itu masih berlantaikan tanah dan berdinding papan. Tragisnya lagi, siswa mencium bauk busuk kotoran kucing yang berbaur dengan tanah, dikalah hujan siswa akan merasakan nikmatnya mandi hujan di dalam kelas, lantaran atap-atap bangunan banyak yang bocor.

Dengan pintu kelas yang terbuat dari triplek yang sudah mau hancur.Tentu kondisinya saat ini sudah berlangsung lama, sehingga membuat kursi dan meja sebagian rusak parah.

Papan tulis yang dipakai tiap hari juga tak jauh berbeda. White board-nya tampak usang dimakan zaman. Dipaku di dinding depan ruang kelas, pinggir white board terlihat telah mengelupas.(Erik)



Baca Juga Topik #pendidikan+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+