Belasan Wartawan Protes Gegara Namanya Dicatut

Rabu, 17 Juli 2019 - 22:18:06 WIB Cetak

Kepala DP3A Pekanbaru Mahyudin saat diprotes belasan wartawan, Rabu (17/7/2019).

PEKANBARU,WP.COM - Keberadaan Forum Wartawan Kota Layak Anak (FWKLA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pekanbaru, patut dipertanyakan.

Pasalnya, pengurus forum yang dikukuhkan Kepala DP3A Pekanbaru Mahyudin, Rabu (17/7/2019) itu sebagian besar merupakan wartawan "tak aktif". Sementara sebagai anggota, mereka mencatut nama belasan wartawan media cetak, online dan elektronik yang setiap hari melakukan tugas jurnalistik di kantor Walikota Pekanbaru.

Sebagai bentuk protes, belasan wartawan menyambangi lokasi pengukuhan di aula kantor Bappeda komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu siang.

Loading...

Awak media yang tak terima namanya dimasukkan sebagai anggota forum langsung meminta klarifikasi kepada Kepala DP3A Pekanbaru Mahyudin. Namun, Mahyudin malah buang badan dengan menyatakan penyusunan pengurus dan anggota FWKLA tak ada koordinasi dengan dirinya.

"Mereka (FWKLA) tidak ada koordinasi dengan saya, jadi saya tidak tau. Saya hanya tau mereka membentuk forum yang dikukuhkan hari ini," ujarnya.

Mendapat protes dari belasan wartawan, Mahyudin lantas meminta maaf. Namun, dia tetap enggan disalahkan dengan pencatutan nama belasan wartawan tersebut.

"Kalau memang kawan-kawan tidak berkenan, saya minta maaf. Saya benar-benar tidak tau persoalan ini, jadi saya minta maaf sama kawan," ucapnya. "Soal kegiatan ini, iya memang betul kegiatan kita (DP3A)," ulasnya.

Sementara itu, Delvi, wartawan media cetak yang namanya turut dicatut menyatakan protes keras. Selain tak ada pemberitahuan, dia khawatir nama medianya dimanfaatkan pengurus FWKLA untuk mengajukan proposal kegiatan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Sedangkan saya tidak tahu menahu tentang apa saja kegiatan mereka. Kalau nanti bermasalah, tentu saya ikut diseret karena nama saya tercantum sebagai anggota. Karena itu saya menolak dan meminta nama saya agar dihapus," tegasnya.

Protes yang sama juga disampaikan Syaiful. Wartawan salah satu media cetak di Pekanbaru ini kaget lantaran namanya tercantum sebagai anggota. Padahal, Syaiful sudah lama ditugaskan kantornya meliput di kantor Gubernur Riau.

"Tadi saya sudah kontak satu pengurus (FWKLA), tapi tidak ada respon. Saya mau tanya kenapa nama saya ada, padahal mereka tidak ada koordinasi sama sekali," ujarnya.

Informasi yang didapat, pengurus FWKLA yang dikukuhkan Kepala DP3A Pekanbaru itu tak mengantongi SK resmi. Mereka masih memakai SK lama tahun 2018 yang waktu itu ditandatangani Ayat Cahyadi sebagai Pelaksana tugas (Plt) Walikota Pekanbaru. (Betuah)



Baca Juga Topik #riau+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+