KPK Amankan 6 Koper Berisi Dokumen, Bupati Solok Selatan Menghilang

Selasa, 09 Juli 2019 - 20:24:41 WIB Cetak

TIM KPK berhasil membawa sejumlah dokumen dalam koper berwarna biru laut, dan sejumlah kardus, rangsel

SOLSEL, WP.COM-Satga KPK menyita sejumlah dokumen dari kantor Bupati,  kantor PUPR dan kantor Pertanahan Solok Selatan, Selasa (09/07). Penggeledahan memakan waktu kurang lebih selama 4,5 jam.

Pantauan Wartaporos.com, tim anti korupsi itu menyita tiga koper besar berwarna biru, tiga koper kecil, dua kardus, tiga tas ransel.

KPK mulai masuk ruangan Kantor Bupati dan Dinas PU Solok Selatan.Selasa (9/7),sekitar pukul 09.00 Wib, membuat aktifitas kantor sedikit terganggu, karena tamu tak diundang itu datang dengan tiba tiba. Dikawal dengan aparat kepolisian polresSolok Selatan dengan senjata lengkap, membuat sejumlah ASN yang bertugas di Sekretariat pemda itu terpaku.

Loading...

Tim penggeledahan dibagi dua yakni, di kantor Bupati (ruang kerja Bupati, ruang LPSE, Sekretariat). Tim kedua menggeledah kantor PUPR, menggeledah ruang kepala dinas, Kabid Bina Marga, ruang Bidang Cipta Karya. 

Sedangkan dari kantor Bupati dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, KPK membawa keluar dua koper kecil satu koper besar beserta tiga ransel.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Solok Selatan Adwisd Patrice Bimbe kepada sejumlah awak Media mengatakan, pihak KPK memeriksa tiga ruangan yaitu Bidang Cipta Karya, Bina Marga dan sekretariat.

"Di sekretariat KPK mencari tentang masalah keuangan sedangkan Cipta Karya meminta data masjid Raya dan di Bina Marga minta data jembatan Ambayan," Katanya. 

Pihak KPK, hanya meminta bukti fisik untuk mempertegas seperti surat-surat diketiknya dimana, dokumen rapat.

File yang dimintakan, katanya berupa file bukti pencairan proyek masjid agung dan jembatan seperti proses pencairan jembatan ambayan dilakukan empat kali pencairan.

Selain itu, KPK juga memeriksa sejumlah komputer dan laptop serta telepon selular ASN yang berkaitan dengan proyek jembatan dan masjid.

"Saya juga terkejut,telepon selular saya juga diperiksa,"Ulasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Martin Edi mengatakan, KPK memang membawa dokumen dari ruangan itu usai melakukan pemeriksaan.

"Betul ada beberapa dokumen yang dibawa oleh petugas KPK usai pemeriksaan," ujarnya.

Usai melakukan penggeledahan dikantor Bupati, rombongan KPK langsung tancap gas menuju rumah dinas Bupati. Rombongan hanya sebentar saja disana dan tidak membawa apa apa lantaran Bupati dan istrinya sedang tidak ditempat.

Seperti diketahui, saat penggeledahan berlangsung tidak satupun pejabat terkait berada di kantor. Seperti Bupati Muzni Zakaria, kepala Dinas PU Hanif Rasimon.

Ironisnya, Bupati pagi itu masih berada di Solok Selatan. Bupati sempat melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji Solok Selatan di Masjid Raya Pasar Muara Labuh, setelah itu hilang entah kemana, bersama istrinya. 

Sementara dirumah dinas Batang Lawe, hanya ada dua orang petugas penjagaan. Disebutkan Bupati dan Istri baru saja meluncur ke Padang.(ABG)



Baca Juga Topik #korupsi+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+