Sri Mulyani Usulkan Tarif Bea Materai Jadi Rp10 Ribu

Rabu, 03 Juli 2019 - 19:12:12 WIB Cetak

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

JAKARTA, WP.COM--Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan harga bea meterai menjadi Rp 10.000 per lembar dari sebelumnya Rp 3.000 dan Rp 6.000 per lembarnya. Maka itu, ia mengusulkan untuk merevisi Undang-Undang tentang Bea Meterai yang belum pernah direvisi sejak tahun 1985.

"Kami mengusulkan di dalam RUU ini penyederhanaan tarif bea meterai hanya menjadi satu tarif saja yang tetap yaitu sebesar Rp 10.000 dan dapat dilakukan penyesuaian berdasarkan peraturan pemerintah," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, di ruang Komisi XI, Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (3/7).

Ia mencatat bahwa dalam kurun waktu 17 tahun, pendapatan per kapita Indonesia telah meningkat hampir delapan kali lipat. Pendapatan per kapita tahun 2000 adalah Rp6,7 juta, sementara pendapatan per kapita tahun 2017 sebesar Rp 51,9 juta.

Loading...

Sementara itu, penerimaan bea meterai sejak tahun 2001 hingga tahun 2017 hanya meningkat 3,6 kali. Berdasarkan data DJP, kata Sri Mulyani, penerimaan bea materai tahun 2001 sebesar Rp 1,4 triliun dan tahun 2017 hanya sebesar Rp 5,08 trilun.

"Seyogyanya korelasi antara peningkatan pendapatan atau kapasitas untuk mengumpulkan pajak dengan pendapatan per kapita adalah berjalan seiring. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada potensi untuk meningkatkan penerimaan bea meterai yang dirasa bisa dilakukan tanpa memberatkan masyarakat," tuturnya, dilansir Media Indonesia.

Selain mengenai besaran tarif bea meterai, Kementerian Keuangan juga mengusulkan untuk merevisi terkait batasan pengenaan dokumen yang wajib dibubuhi bea meterai.

Dalam aturan yang berlaku saat ini, dokumen penerimaan uang dengan nominal sampai dengan Rp 250.000 tidak dikenakan bea meterai. Sementara, untuk dokumen dengan nominal lebih dari 250.000 hingga Rp 1.000.000 dikenakan bea meterai sebesar Rp 3.000. Dan untuk dokumen yang nominalnya lebih dari Rp 1.000.000 dikenakan bea meterai Rp 6.000.

"Pengaturan tersebut diusulkan untuk disederhanakan menjadi hanya satu batasan pengenaan bea materai saja dan nilainya ditingkatkan menjadi Rp 5.000.000 sebagai batas nominal dari nilai dokumen," katanya.

Dengan begitu, dokumen penerimaan uang yang nilai nominalnya sampai dengan Rp 5.000.000 tidak dikenakan bea meterai. Sementara, dokumen akan dikenai bea materai Rp 10.000 dengan nilai nominal yang tertera pada dokumen lebih dari Rp 5.000.000. ***



Baca Juga Topik #nasional+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+
Ekonomi

Penguatan Rupiah Bisa Tertahan

Rabu, 06 Februari 2019