Diduga SMAN 1 Perhentian Raja Pecat Siswa Tanpa Alasan

Senin, 24 Juni 2019 - 08:28:26 WIB Cetak

Ilustrasi/Net

KAMPAR(WP.COM)— Wajib belajar 12 tahun merupakan program pemerintah yang diberlakukan pada tahun 2015 lalu. Menyukseskan program tersebut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melarang pihak sekolah  untuk melakukan pemecatan atau pemberhentian terhadap anak didiknya. Meski begitu pada kenyataanya masih saja ditemui pihak sekolah yang nekat melakukan pemecatan terhadap siswa mereka.

Seperti di SMA 1 Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Riau. Informasinya pihak sekolah melalui wakil kesiaswaan melakukan pemberhentian terhadap siswa dengan alasan yang tidak jelas. Ironisnya, siswa yang dikeluarkan ini sedang duduk di bangku kelas XII atau kelas 3 (Tiga).

" Benar pak anak saya dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar," ungkap Narasumber yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan oleh awak media

Loading...

Diceritakan narasumber bahwa, waktu itu saya dipanggil oleh Ibu Rismayeni (Wakil Kesiswaan SMA Negeri 1 Perhentian Raja), sesampainya disana Rismayeni menuturkan, “Maaf pak, anak bapak sudah tidak dapat lagi diterima disini (SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kab.Kampar), silahkan bapak pindahkan anak bapak kesekolahan lain. Nanti kalau sudah dapat, akan kita keluarkan surat pindahnya," jelas narasumber, sembari menirukan perkataan Resmayeni, Sabtu (23/06)

Saat ditanya alasan pihak sekolah mengeluarkan anaknya, narasumber mengatakan,  “ Bagaimana saya bisa tau pak, baru saja kita datang dan duduk beliau (Resmayeni) sudah langsung meminta kepada saya untuk mencari sekolahan baru untuk anak saya. Saya (Narasumber) hanya menanyakan dimana saya memindahkan anak saya buk?,  ' Ada di Sungai Pagar, Kab.Kampar ,” beber narasumber mengulangi penuturan Wakil Kesiswaan itu.

" Dengan rasa penuh kecewa, saya pun selaku orang tua langsung menuju salahsatu SMA Negeri yang ada di Sungai Pagar, sebagaimana yang telah disarankan pihak sekolah. Namun anak saya tidak dapat diterima dikarenakan anak saya telah duduk dikelas XII dan atau 3 (tiga) pak," Imbuhnya.

Tidak putus asa, lanjutnya, saya mencari sekolahan lain. Lagi-lagi anak saya tak dapat diterima, melainkan salah seorang oknum sekolah yang ada di Kubang meminta anak saya untuk tetap sekolah dan masuk mengikuti proses belajar di SMA Negeri 1 Perhentian Raja.

“ Suruh aja anak bapak masuk dan ikuti proses belajar mengajar disana seperti biasanya, karena anak bapak sudah kelas XII/ kelas 3 (tiga) tak dapat dipindahkan apa lagi diberhentikan.Kalau pihak sekolah tidak dapat menerima, bawa aja wartawan kesana, " tutur salah satu pihak sekolah seperti ditirukan narasumber.

Saat dipertanyakan, apakah dirinya (Narasumber) sudah menjumpai dan menanyakan nasib yang menimpa anaknya kepada Mahsus,S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Perhentian Raja,

" Sudah pak dengan mendatangi dirinya (Mahsus,S.Pd Kepala Sekolah) di rumah kediamannya di Kuntu Kab.Kampar hingga hingga pukul 12 malam sampai dirumah setelah selesai meminta bantuan serta solusi anak saya tetap sekolah dan ataupun selusi lainnya, agar anak saya dapat menyelesaikan sekolah dan mendapatkan Ijazahnya. ' Nanti saya bantu untuk mencarikan sekolahnya.' " kembali ungkap Narasumber yang juga mengulangi penuturan Kepala Sekolah yang telah disampaikan kepada dirinya (Narasumber) pada awak media

" Usai melakukan usaha, saya tidak mendapatkan janji yang telah disampaikan kepala sekolah. Saya mencoba menghubungi ibu Resmayeni,untuk meminta bantuan anak saya untuk tetap sekolah di SMA tersebut atau ke sekolahan lain.Dan saya akan memberikan uang berapapun,asal anak saya dapat menyelesaikan sekolahnya.Namun tetap gagal,ibu Resmayeni tidak menjawab dan atau mengangkat telp dari saya pak.Ya...apa boleh buat, anak saya tidak sekolah pak." ucap Narasumber dengan penuh kekecewaan

" Anak saya tidak dapat lagi menduduki bangku sekolah hingga Tamat seperti teman-teman sekolah anak saya lainnya, kurang-lebih 6 bulan sebelum pelaksanaan Ujian Akhir." tutup Narasumber.(*/Mail)



Baca Juga Topik #riau+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+