Polres Meranti Berhasil Ungkap Motif Pembunuhan Erna

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:44:14 WIB Cetak

Foto: AKBP La Ode Proyek SH MH, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ario Damar SH SIK, dalam Press Release di Mapolres Kepulauan Meranti, Selasa (14/5/2019) siang.

WARTAPOROS.COM - Tabir yang menyelimuti kasus pembunuhan Erna (33) warga Gang Manggis, Jalan Manggis, RT 01/RW10, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terungkap sudah.

Berkat kerja keras aparat kepolsian dan kerjasama dengan masyarakat, upaya telah membuahkan hasil dengan tertangkapnya  tersangka pelaku pembunuhan terhadap Erna Ibu dua orang itu.

Kasus pembunuhan memilukan itu mulai terrungkap ketika pelaku hendak menjual handphone milik korban yang saat perirtiwa naas tersebut digunakan korban untuk menghubungi suaminya, karena tersangka tidak tau imei handphone tersebut, akhirnya petugas counter menginformasikan kepada aprat Intel Polres Meranti.

Loading...

Tanpa perlawanan, tersangka Tengku Indra Gunawan (19) diringkus dikediamannya Jalan Komplek UKA RT03/RW03, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Kamis (9/5/2019).

Peristiwa keji itu terjadi pada Selasa (30/4/2019) , sekira pukul 08.45 WIB, dimana saat itu pelaku berangkat dari rumah menuju tempatnya bekerja dan melintasi TKP, saat itu pelaku melihat pintu rumah korban (TKP) dalam keadaan tertutup dan digembok dari luar, seketika itu pula niat pelaku muncul untuk melakukan pencurian. 

Sebelum beraksi, tersangka terlebih dahulu memantau situasi dengan memarkirkan sepeda motornya di Gang Tumu (Gang samping TKP) dan berpura- pura buang air kecil.

Setelah meyakini situasi aman, pelaku masuk kedalam pekarangan rumah korban dan menuju pintu samping TKP dimana pada saat itu pintu dalam keadaan tertutup dan terkunci, setelah pelaku berupaya mendorong beberapa kali, akhirnya pintu tersebut terbuka lalu pelaku masuk kedalam  bahagian dapur.

Tanpa membuang waktu, pelaku langsung mencari barang-barang berharga disekitar dapur namun tidak berhasil, pelakupun keluar melihat situasi dan masuk kembali.

Ketika pelaku masuk kembali ke rumah, saat itulah korban mengetahui dan memergoki pelaku berada di rumahnya, lantas lewat pintu pembatas anatara kedua rumah tersebut, korban menghampiri dan bertanya pada pelaku," ngapain kamu disini dek, tanya korban, karena melihat dibahagian dapur rumah (TKP) ada keramik yang belum dipasang, dengan spontan pelaku menjawab " mau masang keramik".

Melihat gelagat pelaku, korban langsung menghubungi suaminya Zaifullah melalui handphone sambil berjalan didalam rumah untuk menyakan tentang tukang, dan suami korban mengatakan bahwa tukang tidak datang.

Takut aksinya terbongkar, saat itu pelaku  melihat ada sebilah pisau dapur di Rak samping pintu kemudian pelaku langsung mengambil pisau tersebut dengan tangan kanannya lalu menghampiri korban dari arah belakang dan langsung membekap mulut korban dengan tangan kirinya.

Kemudian pelaku menusukkan pisau dapur yang dipegangnya ke leher korban, tetapi saat itu korban berupaya melepaskan tusukan tersebut dengan tangan kanannya sehingga pisau lepas dari leher korban. 

Pelaku kembali menusukkan pisau ke leher korban dan korban tetap berusaha melepaskan tusukan pisau tersebut tetapi tidak terlepas bahkan memotong leher korban hingga korban lemas dan jatuh ke lantai berlumuran darah. 

Melihat korban jatuh berlumuran darah, pelaku mengambil kain lap yang ada di lantai rumah tersebut dan menutup leher korban kemudian pelaku mencuci tangan dan pisau yang digunakannya didalam kamar mandi rumah tersebut. 

Setelah mengambil handphone milik korban, pelaku  keluar dari rumah melalui pintu samping kemudian membuang pisau tersebut ke semak belukar yang ada disamping TKP, kemudian menuju sepeda motornya dan pelaku pergi meninggalkan TKP.

Seperti diungkapkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH MH, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ario Damar SH SIK, dalam Press Release di Mapolres Kepulauan Meranti, Selasa (14/5/2019) siang, bahwa pembunuhan tersebut bermotif pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian atau pembunuhan.

"Tersangka diketahui dan dipergoki oleh korban pada saat berada di TKP untuk melakukan pencurian, kemudian tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menusukkan pisau dapur yang ditemukannya di TKP sebanyak dua kali dibagian leher sehingga korban mengalami luka serius dan mengeluarkan darah pada bagian leher yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkap AKBP La Ode Proyek.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu bilah pisau dapur stainles steel china, satu buah handphone Vivo V5 warna emas (gold), satu unit sepeda motor Skidrive, satu helai baju warna hitam dan celana jeans pendek warna biru (milik tersangka), satu buah baju sekolah yang terdapat darah, satu buah baju bewarna merah muda yang terdapat darah, satu stel pakaian korban dan satu set pakaian korban.

Kapolres AKBP La Ode Proyek juga menjelaskan bahwa, tersangka sebelumnya pernah tersangkut perkara pencurian dengan pemberatan pada tahun 2016 dan dihukum 6 tahun penjara hingga November 2020 yang akan datang, saat ini status tersangka  bebasa bersyarat

Sedangkan terkait kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka saat ini pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 3 Jo Pasal 338 KUH pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, kata AKBP La Ode.(nik)



Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+