Diskes Bengkalis Gandeng Petugas Pelabuhan Antisipasi Penyakit Cacar Monyet

Selasa, 14 Mei 2019 - 18:56:48 WIB Cetak

Ilustrasi/Net

WARTAPOROS.COM--Beberapa hari yang lalu telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox) di Singapura. Dari hasil Penyelidikan Epidemiologi Badan Kesehatan Singapura diketahui bahwa Penyakit Cacar Monyet tersebut dibawa oleh seorang warga negara Negeria yang masuk ke Singapura, yang sebelumnya warga Nigeria ini telah mongkonsumsi daging monyet dalam jumlah yang berlebihan.

Penyakit Cacar Monyet ini disebabkan oleh virus Monkeypox yang terdapat pada hewan primata, seperti Monyet, Lutung, Orang Utan, Kedih, dan sejenisnya. Penularan dari manusia penderita Cacar Monyet ke manusia lainnya bisa terjadi dengan melalui kontak dengan darah, luka terbuka pada kulit dan mukosa hewan serta lewat cairan tubuh. 

Tidak hanya itu, dengan mengkonsumsi daging yang terinfeksi virus cacar monyet juga menjadi faktor utama risiko terjadinya penularan cacar monyet ini.

Loading...

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr. Ersan TH Saputra melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan Bengkalis, Alwizar, SKM, Selasa (14/5/19) menjelaskan, dengan adanya KLB tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan telah melakukan hal-hal yang dianggap penting dan darurat. 

"Sampai saat ini belum ada laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Bengkalis yang merawat penderita Cacar Monyet. Begitu juga dari hasil observasi petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Pos Bengkalis yang mengamati penumpang kapal yang datang dari Batam, "ujar Alwizar. 

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan antisipasi masuknya penyakit tersebut di Negeri Junjungan dengan berkoordinasi dan bersinergi bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai, pos Bengkalis untuk bersama-sama melakukan observasi terhadap penumpang kapal dari Batam dan Malaysia di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana dan Bandar Sri Setia Raja di Selat Baru Kecamatan Bantan. 

"Setiap petugas kesehatan, petugas KKP akan dibantu oleh unit surveilans UPT, Puskesmas di pelabuhan akan mengamati dan mengobservasi setiap suspect penderita cacar monyet. Jika suspect ditemukan maka akan langsung sreening di tempat dan selanjutnya akan dilakukan tindakan perawatan medis dan isolasi penderita sampai sembuh di RSUD. Isolasi dilakukan untuk mencegah agar penularan ke orang lain agar tidak terjadi, "tambahnya. 

Untuk diketahui, secara teori bahwa penyakit Cacar Monyet ini tidak menyebabkan kematian, dan akan sembuh dalam waktu 15 hari. Hinggga saat ini di Singapura telah terdapat 23 kasus Cacar Monyet ini yang masih dalam masa penanganan pihak kesehatan Negara Singapura.(Parlin)



Baca Juga Topik #kesehatan+


Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+