Harga Minyak Dunia Melonjak

Rabu, 24 April 2019 - 09:53:25 WIB Cetak

Ilustrasi/Net

WARTAPOROS.COM--Harga minyak mencapai titik tertinggi sekitar enam bulan terakhir pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu karena sumber-sumber mengatakan anggota OPEC Teluk siap meningkatkan produksi dengan catatan jika ada permintaan.
 
Mengutip Antara, Rabu, 24 April 2019, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Juni naik USD0,75 atau 1,1 persen menjadi USD66,30 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai puncak harian USD66,60 per barel, tertinggi sejak 31 Oktober.
 
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik sebanyak USD0,47 atau 0,6 persen menjadi USD74,51 per barel di London ICE Futures Exchange. Acuan global Brent sebelumnya menyentuh USD74,73 per barel, level yang tidak terlihat sejak 1 November. 

Produksi di Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia dan pemimpin de facto dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), akan meningkat pada Mei, tetapi itu tidak terkait dengan sanksi Iran, kata sumber tersebut.
 
Sumber itu mengatakan produksi Saudi pada Mei juga akan tetap dalam target produksinya di bawah kesepakatan pemotongan pasokan OPEC+, yang telah memimpin pengurangan pasokan global sejak awal tahun ini, bertujuan menopang harga minyak mentah. Kelompok ini dijadwalkan bertemu pada Juni untuk membahas kebijakan produksi.
 
Amerika Serikat pada Senin 22 April meminta para pembeli menghentikan pembelian minyak Iran pada 1 Mei atau menghadapi sanksi-sanksi, mengakhiri enam bulan keringanan yang memungkinkan delapan pembeli terbesar Iran, kebanyakan dari mereka di Asia, untuk terus mengimpor dalam volume terbatas.
 
"Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan memenuhi janji mereka untuk mengimbangi perbedaan di pasar minyak," kata seorang pejabat AS kepada wartawan.
 
"Saudi tidak bergegas mengisi apa yang bisa menjadi kesenjangan pasokan substansial di pasar. Pasar telah menjadi ketat secara global selama beberapa bulan terakhir, terutama karena upaya Arab Saudi," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management LLC.
 
Sebelum penerapan kembali sanksi-sanksi tahun lalu, Iran adalah produsen terbesar keempat di antara anggota OPEC dengan produksi sekitar tiga juta barel per hari (bph), tetapi ekspor April menyusut menjadi di bawah satu juta barel per hari, menurut data kapal tanker dan sumber-sumber industri.
 
Struktur pasar untuk minyak mentah AS berubah pada Senin 22 April dengan perdagangan bulan depan pada premi ke bulan berikutnya. Tren, yang dikenal sebagai backwardation (pembelian kontrak berjangka dengan harga lebih rendah dari biaya kontrak dengan penyerahan aset), meningkat pada Selasa 23 April dengan premi terbesar sejak Desember.



Baca Juga Topik #ekbis+
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+