Kapolres Belitung: "Tidak Lansanakan Tugas Pengamanan Dianggap Disersi dan Ancamannya Pecat"

Amankan Pemilu 2019,Ratusan Personil TNI-Polri di Belitung Bergeser ke TPS

Senin, 15 April 2019 - 15:34:40 WIB Cetak

WARTAPOROS.COM –  Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana,SIK,.MH me “Warning” seluruh personil yang terlibat pengamanan Pemilu 2019 mematuhi seluruh SOP yang sudah digariskan dalam pelaksanaan tugas  pengamanan Pemilu hingga penghitungan suara di TPS.

“Jika ada personil yang tidak melaksanakan tugas apalagi tidak patuh kepada perwira pengendali dilapangan dalam hal ini kapolsek maka dianggap Disersi dan ancamannya adalah pemecatan,” tegas Kapolres.

Penegasan itu disampaikan Kapolres AKBP Yudhis Wibisana  ketika memimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di halaman Mako Polres Belitung, Senin (15/4/2019). Apel Serpas yang di ikuti sekitar 400 personil gabungan TNI-Polri itu juga dihadiri Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Indra Padang,S.Sos dan pejabat utama di dua lingkungan institusi negara tersebut.

Loading...

"Hari ini bukan latihan, hari ini hari "H" pelaksanaan jsemua personil yang tergabung dalam pengamanan sudah harus  siap menjalankan tugas dan bergeser ke Tempat Pemungutan Suara yang ada di desa," ujar Yudhis .

Dikatannya, segala sesuatu yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya sudah di ketahui bersama untuk itu semua anggota TNI - POLRI yang bertugas untuk menempati dan menjalankan tugas sesuai dengan apa yang sudah digariskan sebagai apartur pengamanan.

"Untuk itu saya harapkan,  anggota TNI- POLRI untuk menempati posnya masing-masing jangan sampai ada satu hari tidak bertugas, apabila ada masuk kategori Disersi dan ancamannya adalah  pecat. Ini sudah sesuai dengan komisi kode etik yang ada di TNI dan  POLRI, " tegas Yudhis Wibisana.

Pada gelar pasukan PAM TPS di Mapolres Belitung semua anggota TNI Polri menggunakan kacu Pramuka menunjukan Anggota TNI - Polri siap melaksanakan tugas sampai titik nadir.

Dengan menggunakan Kacu Pramuka papar Yudhis terselip pesan bahwa NKRI harga mati, apapun yang terjadi untuk tetap melaksanakan tugas sampai titik darah penghabisan, tandas Yudhis Wibisana.** Zaid





Loading...
Tulis Komentar +

Berita Terkait+