
Busana Gamis Bini Orang
PEKANBARU, WARTAPOROS.COM - Pada Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, tren busana perempuan di Pekanbaru mulai menggeliat. Salah satu model yang kini banyak diminati adalah gamis yang dikenal dengan sebutan “bini orang”.
Model tersebut terlihat mendominasi etalase toko-toko di Sukaramai Trade Center (STC). Berdasarkan pantauan di lokasi baru-baru ini, pengunjung sudah ramai berburu pakaian sejak siang hari. Aneka gamis dengan warna lembut seperti dusty pink, mocca, sage green hingga navy dipajang di bagian depan toko untuk menarik perhatian pembeli.
Nuraini (36), pedagang gamis di STC, mengatakan tren “bini orang” mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Ramadan. Ia yang telah berjualan selama 15 tahun mengaku cukup memahami pergeseran selera konsumen setiap tahunnya.
Menurutnya, sebelumnya model rompi lepas sempat menjadi tren. Namun kini, gamis dengan desain anggun tersebut menjadi pilihan utama masyarakat.
Ia menjelaskan, gamis “bini orang” memiliki potongan longgar dengan siluet tetap rapi. Detail bordir, sentuhan renda, serta perpaduan warna-warna kalem menjadi daya tarik tersendiri. Desainnya yang sederhana namun terlihat elegan membuat busana ini cocok dikenakan saat Lebaran, silaturahmi hingga acara keluarga. Ditambah lagi, popularitasnya di media sosial turut mendorong minat pembeli.
“Kemarin waktu menjelang lebaran dan h+ seminggu lebaran, masih banyak yang mencari pakaian, bahkan banyak costumer kita yang dari luar daerah mencari gamis ‘bini orang’ ini” kata Nuraini.
Nuraini yang kerap di sapa Bu Aini ini menyebutkan bahwa pedagang di STC ini rata-rata menyediakan dua kategori, yakni premium dan reguler. Untuk kelas premium, harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu dengan bahan lebih tebal dan detail bordir yang lebih eksklusif. Sementara kategori reguler dijual antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dengan bahan nyaman dan desain lebih simpel.
“Sebagian besar pembeli cenderung memilih kategori premium demi tampil lebih maksimal saat Hari Raya. Ya alhamdulillah banyak laku-nya gamis itu,” terangnya.
Para pedagang berharap tren ini terus bertahan hingga tahun depan seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Ramainya pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor penjualan pakaian perempuan di Pekanbaru.
Salah seorang pembeli, Sarah (25), mengaku sengaja datang ke STC Pekanbaru, untuk mencari model tersebut. Ia menilai desain gamis “bini orang” cocok digunakan baik oleh perempuan muda maupun ibu rumah tangga. Selain tampil anggun dan dewasa, modelnya tetap pas dikenakan kalangan anak muda.
“Harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan kualitas bahan dan desain yang diperoleh, jadi wajar saja gamis ‘bini orang’ ini banyak yang cari,” kata Sarah.
“Kemarin waktu mendekati lebaran saya sudah beli gamis ‘bini orang’ ini, tapi balik lagi karena saya mau beli yang model lebih simple nya, bahannya yang silk ini bikin bagus pas dipakai,” ujarnya. (mcr)