Ini Jadwal Rangkaian Festival Perang Air 2026 di Meranti

Jumat, 06 Februari 2026 - 18:42:24 WIB

MERANTI,WARTAPOROS.COM  - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Festival Perang Air sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan yang akan dipusatkan di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti. 


 

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026, dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan masyarakat dan wisatawan.


 

Festival Perang Air merupakan tradisi khas masyarakat Meranti yang telah turun-temurun dilaksanakan sebagai bentuk kegembiraan, kebersamaan, sekaligus sarana mempererat silaturahmi. Dalam pelaksanaannya, festival ini dikemas lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.


 

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, Festival Perang Air akan digelar setiap hari pada 17–22 Februari 2026, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk memeriahkan suasana Selatpanjang selama festival berlangsung.


 

Salah satu agenda yang turut menyedot perhatian adalah Perang Air Night Carnival yang akan dilaksanakan pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai, menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat dengan nuansa khas Meranti. Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan luar daerah.


 

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan Bazar Kuliner yang berlangsung sepanjang 17–22 Februari 2026, menyuguhkan beragam kuliner khas Kepulauan Meranti. Sementara bagi pecinta kopi, agenda Seribu Cangkir Kopi akan digelar pada 21 Februari 2026 mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.


 

Untuk mendukung promosi pariwisata, panitia juga mengadakan Photography Contest yang berlangsung pada 17–20 Februari 2026, mengajak fotografer lokal maupun luar daerah untuk mengabadikan momen-momen terbaik selama festival.


 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Selatpanjang.


 

Panitia mengingatkan bahwa jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi resmi dan terbaru akan diumumkan melalui akun media sosial serta laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.


 

Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, Festival Perang Air 2026 diharapkan kembali menjadi magnet budaya dan pariwisata yang memperkuat identitas Kepulauan Meranti di tingkat regional maupun nasional.


 

Festival Perang Air Masuk KEN 2026


 

Seperti diketahui Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti telah resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.


 

Dengan demikian helat akbar ini tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang akan dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.


 

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan sebanyak 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri dari 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti menjadi salah satu yang dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dampak ekonomi yang nyata.


 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebut penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi budaya Meranti.


 

“Festival Perang Air ini bukan hanya hiburan, tapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai punya daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).


 

Menurut Syaiful, pemerintah daerah saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan festival berjalan aman, bersih, dan ramah lingkungan.


 

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya untuk seru-seruan, tapi juga nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.


 

Selain promosi nasional, event yang masuk KEN juga mendapat pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dalam tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.


 

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


 

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini bukan hanya mengangkat nama daerah, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi kesan baik bagi wisatawan,” ujarnya.


 

Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di jalan-jalan utama Selatpanjang selama beberapa hari dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan kota kecil di pesisir Riau itu berubah menjadi pusat keramaian dan perputaran ekonomi.(**/Nik)