Ekonomi Meningkat Kondusifitas Daerah Terjaga, Pemkab. Meranti Gelar Rakor Persiapan Imlek 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:23:04 WIB

MERANTI,WARTAPOROS.COM  - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda, Perwakilan ormas dan tokoh masyarakat, serta OPD terkait,  kegiatan dalam rangka menjaga kerukunan, ketertiban dan keharmonisan masyarakat selama pelaksanaan Imlek 2026 dan ibadah Ramadhan dikepulauan Meranti, dipusatkan di Aula Kantor Bupati, Rabu (15/1/2026). 


 

Rakor tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, didampingi Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Sekda Meranti Sudandri SH, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol. Detis Mayer Silitonga, dan Pabung Kodim 0303 Bengkalis Mayor Rusli Dalimunthe. 


 

Juga dihadiri Ketua LAMR Meranti Dt. Afrizal Cik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ka. Kemenag Meranti H. Zulman, Danposal Selatpanjang, Ka. Pengadilan Agama, PSMTI dan lainnya. 


 

Seperti diketahui pada tahun 2026 ini perayaan Imlek dengan pelaksanaan ibadah puasa terjadi pada waktu yang sama atau beririsan selama 6 hari dengan prosesi Imlek. Namun meski demikian Pemkab. Meranti berharap tidak mempergaruhi keamanan, ketertiban dan keharmonisan kehidupan beragama dinegeri Sagu yang memang dihuni oleh berbagai suku, agama dan etnis. 


 

Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan kagiatan ibadah ramadhan dan rangkaian kegiatan Imlek merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh umat islam dan etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Dimana kesemuanya memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. 


 

Imlek selain pelaksanaan ibadah oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha, melalui perang air (Cian Cui) nya, terbukti mampu menarik wisatawan baik dalam dan luar negeri datang ke Meranti yang berdampak pada meningkatkan perekonomian daerah, sementara ibadah puasa dan tarawih dibulan Ramadhan, merupakan kewajiban umat muslim dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu kedua kegiatan ini harus didukung agar dapat terlaksana dengan lancar dan aman.


 

"Untuk itu saya menegaskan kedua kegiatan ini harus kita dukung, namun dalam pelaksanaannya harus diformulasikan sedemikian rupa agar Meranti tetap aman, damai, kehidupan beragama tetap harmonis sesuai dengan Visi Meranti menciptakan Meranti yang Unggul, Agamis dan Sejahtera dalam upaya membangun Meranti yang lebih baik lagi kedepan," ujar H. Asmar. 


 

Sekedar informasi, dari data yang dipaparkan oleh Sekda Meranti Sudandri, selama pelaksanaan Imlek khususnya Ivent perang air mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri melebihi 50 ribu orang, melibatkan 2500 UMKM, ratusan pengemudi becak, 5000 kamar hotel terisi penuh dan jumlah uang beredar dipasaran mencapai 60 Miliar rupiah. 


 

Sementara melalui bazar Ramadhan tak kalah mendongkrak perekonomian Meranti dengan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat disektor perdagangan UMKM hingga 15 persen. 


 

Untuk itu agar keduanya dapat berjalan dengan baik, Bupati meminta masukan dari semua pihak agar pelaksanaan Imlek dan ibadah puasa Ramadhan dapat sama-sama berjalan dalam kondisi yang kondusif. 


 

Masukan pertama datang dari Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, menurutnya kedua kegiatan itu harus didukung karena sama-sama memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah dan yang terpenting bagaimana sesama umat beragama harus saling menghargai dengan saling menjaga toleransi. 


 

"Yang terpenting sesama umat beragama harus saling menghargai dan menjaga toleransi," ucap Khalid Ali. 


 

Masukan kedua datang dari Kepala Kemenag, dikatakannya saat ini Indeks kerukunan beragama di Meranti cukup tinggi yakni diatas 72 persen, menurutnya pelaksanaan kegiatan Imlek yang beririsan dengan kegiatan ibadah Ramadhan tidak akan sampai mengganggu keharmonisan kehidupan beragama. 


 

Beberapa masukkan terkait hal teknis yang harus diatur sedemikian rupa salah satunya lokasi pelaksanaan kegiatan Cian Cui dengan Bazar Ramadhan dan waktu pelaksanaan Cian Cui jangan sampai menganggu pelaksanaan ibadah sholat maghrib. 


 

"Tinggal lagi bagaimana kita dapat merajud perbedaan ini menjadi kekuatan yang mampu menunjang pembangunan daerah," ujarnya. 


 

"Kita tinggal mengatur teknisnya saja, seperti merelokasi bazar Ramadhan dari tempat biasa ketempat yang aman, serta mengatur durasi waktu Cian Cui," sarannya. 


 

Masukan selanjutnya disampaikan oleh MUI Meranti dalam hal ini Ustadz Asep Darul Tah Kik, dikatakannya MUI Meranti sangat memaklumi prosesi Imlek karena pelaksanaan ibadah merupakan hak semua warga negara dalam menjalani kewajiban beragama tinggal lagi dalan pelaksanaanya harus diatur sebaik-baiknya agar tidak saling mengganggu kekhususkan ibadah. 


 

Ustadz Asep sedikit memberikan masukan pada saat kegiatan Cian Cui, MUI Meranti menghimbau agar perserta Cian Cui dapat mengenakan pakaian yang sopan karena umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain itu ia juga menyarakan Cian Cui dapat selesai sebelum maghrib dan terakhir selama umat muslim melaksanakan ibadah sholat tarawih jangan menghidupkan petasan karena dapat mengganggu kekhusukan ibadah. 


 

"Kita berharap selama kegiatan Cian Cui peserta tidak mengenakan pakaian yang terbuka, mulai maghrib hingga tarawih usai tidak menghidupkan petasan, semoga kedua kegiatan agama ini dapat sama-sama berjalan dengan tertip dan aman," ujarnya. 


 

Masukan selajutnya dari Ketua LAMR Meranti Dt. Afrizal Cik, ia menegaskan hubungan harmonis antara etnis Tiong Hoa dan melayu di Meranti yang sudah terjalin harmonis jangan sampai terganggu gara-gara hal yang harusnya dapat diterima. 


 

Untuk itu semua keputusan yang telah disepakati dalam Rakor harus benar-benar diamankan dalam hal ini oleh pihak TNI/Polri. 


 

"Perlunya pengamanan yang ekstra ketat khususnya pada titik rute perang air, kemudian dalam hal pemindahan lokasi bazar Ramadhan," ujarnya. 


 

Selain itu ia menyarankan kepada peserta perang air harus selektif juga dalam menyiram warga jangan sampai masyarakat yang tidak ingin terlibat perang air jadi basah. 


 

Menyikapi masalah pengamanan tersebut langsung ditanggapi oleh Wakapolres Meranti yang menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan dengan melakukan koordinasi dan komunikasi intensi dengan semua pihak yang terlibat. 


 

"Kami dari Kepolisian siap menjaga keamanan dengan melakukan komunikasi intens bersama semua pihak terkait," ujar Wakapolres Kompol Dentis Mayer. 


 

Terakhir perwakilan PSMTI Meranti dalam komentarnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. PSMTI sangat setuju dengan keputusan Rakor yang semuanya komit menjaga keharmonisa dan kerukunan antar umat beragama. 


 

Menurutnya perayaan Imlek merupakan salah satu yang paling dinanti oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Prosesi perayaan Imlek khususnya perang air telah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu dan selama itu selalu berjalan kondusif, tertip dan aman. Hal ini membuktikan bahwa toleransi kehidupan berbagai suku dan agama yang ada di Meranti sudah sangat baik PSMTI berharap semua dapat terus saling mendukung dalam keberagaman. 


 

"Kita berharap bisa saling mendukung dalam rangka menciptakan ketertiban, keamanan dan keharmonisan kehidupan beragama di Meranti," pungkasnya.


 

karena merupakan salah satu yang paling ditunggu etnis Tiong Hoa Budha, sudah dimulai sejah 2010, disini uuga terlihat kerukunan antar umat beragama antar suku yang ada di Meranti," 


 

Untuk kesimpulan sementara dari Rakor tersebut khusus untuk bazar Ramadhan adalah sebagai berikut, kegiatan perang air tetap dilaksanakan, agar tidak menganggu kegiatan bazar Ramadhan Pemkab. Meranti berencana akan merelokasi lokasi bazar yang sebelumnya berada diseputaran jalan A. Yani dipindahkan keseputaran taman Cik Puan jalan Merdeka. Sementara untuk lokasi bazar Ramadhan yang berada diluar jalur perang air tetap berjalan seperti biasa tidak ada perubahan. (*/Nik)