Kakorlantas Pastikan Tidak Ada Tilang di Tempat Selama Operasi Lilin 2021

Kamis, 23 Desember 2021 - 18:11:36 WIB

Ilustrasi/Net.

JAKARTA, WARTAPOROS.COM -  
Operasi Lilin 2021 akan digelar mulai hari ini hingga 10 hari ke depan pada Minggu (2/1/2022). Sebanyak 177.212 personel gabungan yang diturunkan dalam operasi tersebut.

Ratusan ribu personel keamanan itu terdiri dari 103 ribu personel Polri, 19 ribu personel TNI, dan 55 ribu personel dari pemerintah darah. Personel pengamanan itu akan ditempatkan di 54.959 objek di seluruh Indonesia mulai dari gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, hingga stasiun kereta api, bandara, dan pelabuhan.

Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru 2022 digelar mulai hari ini hingga 2 Januari 2022. Dalam operasi itu pihak kepolisian memastikan tidak ada penilangan di tempat bagi pengendara.

"Khusus yang berada di jalan saya mengimbau juga, kita ingin cepat, jangan menghambat. Anggota Polri di lapangan saya pastikan tidak ada yang akan melakukan penilangan. Kita membantu proses kelancaran dengan catatan," kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Meski begitu bukan berarti penindakan dengan tilang otomatis hilang. Firman mengatakan penilangan akan dilakukan melalui sistem pemantauan melalui kamera e-TLE.

"Saya ingin mengingatkan saja bahwa cara bertindak melalui tilang yang selama ini kita laksanakan di jalan sudah mulai kita geser ke penggunaan elektronik. Jadi walaupun kami tidak akan tilang di jalan, nanti tagihannya masuk ke rumah ya," terang Firman.

Firman juga meminta masyarakat untuk tidak euforia dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2022. Dia mengingatkan jangan sampai euforia berlebih hingga tidak taat protokol kesehatan berdampak pada peningkatan kasus penyebaran virus Corona.

"Pelaksanaan praktiknya nanti kami di lapangan adalah membantu para peserta lalu lintas yang akan melakukan perjalanan. Ini pun kami tetap selalu mengimbau rencanakan betul perjalanan Anda, pastikan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang," katanya.

"Jangan ikuti emosi. Kita sudah mencapai keberhasilan sejauh ini dan tidak isi dengan euforia yang sekian hari, lantas kita menghadapi dampak atau akibat, justru kita semakin sulit di tahun 2022," lanjut Firman.   (tp)