Audiensi Sempat Memanas LLMB Meranti dan PT GSI Akhirnya Berjabat Tangan.

Rabu, 08 September 2021 - 21:22:08 WIB

Foto : Pengurus LLMB Metanti, Kasat Intel Polres Metanti, Kolonel Harjito dari Kemenhan usai audiensi, pada Rabu (8/9/2021) di Meteng Room AK Metanti Hotel, Jl. Terubuk Selatpanjang.

SELATPANJANG,WARTAPOROS.COM -  Apa yang telah menjadi perbincangan  masyarakat terkait rekrutmen tenaga kerja oleh PT. Global Seismik Indonesia (GSI) di Kabupaten Kepulauan Metanti, mendapat perhatian dari Lembaga Laskar Melayu Bersatu.

Surat yang dilayangkan oleh Lembaga Laskar Melayu Bersatu Kab. Kep. Metanti telah dijawab, dan PT. GSI mengundang LLMB untuk beraudiensi , dan dilangsungkan di Meting Room AK Metanti Hotel, Jalan Terubuk Selatpanjang, pada Rabu (8/9/2021)
pagi.
 
Tampak hadir pada acara audiensi yang membicarakan tentang rekrutmen tenaga kerja untuk PT. GSI itu, Kolonel Harjito dari Kemenhan, Kasat Intel Polres Metanti AKP. Saiful, Camat Tebing Tinggi Barat, Safrudfin, Chip Corporat PT. GSI Turman Dolok Saribu, Humas GSI Asep didampingi Suratman dan Staf lainnya.

Sedangkan dari Lembaga Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Meranti, Panglima Muda, Datuk Ibrahim Munir didampingi Datuk Penasehat Sabara Damanik, Sekretaris Datuk Afrijal Cik, Datuk Timbalan Eta, Dt Adif, Dt Untung, Dt Bero dengan rekan, Dt Teja.
dan Dt Junaidi.

Dalam sambutan, Kolonel Harjito menyampaikan terimaksih kepada semua pengurus LLMB Kabupaten Kepulauan Metanti telah audi beraudiensi dengan PT. GSI guna membahas persoalan ketenaga kerjaan. saya sebagai Chip Securiti yang ditugaskan dari Kemenhan bertanggung jawab serta memastikan agar PT. GSI dalam melaksanakan pekerjaan nya harus sesuai dengan regulasi atau ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Sebagai contoh, dalam melakukan survei seismik GSI harus sesuai dengan peta yang ditentukan, tidak boleh melenceng dari kordinat. saya memastikan hal itu, ungkap Kol. Harjito.

Semoga dengan dilangsungkannya audiensi ini, dapat menjadi momentum silaturrahmi yang berkelanjutan, seperti kata pepatah " tak kenal maka tak sayang, kata Harjito.

Diwaktu yang sama, Kasat Intel Polres Metanti AKP. Syaiful menyambut baik audiensi yang digelar. baik dari segi prokes terlebih suasana yang meskipun agak memanas tetapi tertap bermartabat.

Ini langkah awal, sehingga kedepan pihak perusahaan lebik mendekatkan diri dengan masyarakat, sekali lagi saya dari pihak keamanan mengucapkan terimakasih kepada LLMB yang sudah memberikan contoh positif, bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan otot, terbukti hari ini, persoalan selesai secara bermartabat.

Pada kesempatan itu , Panglima Muda LLMB Datuk Ibrahim Munir
menyampaikan 3 pertanyaan yakni terkait pengupahan yang diberikan apakah dibawah UMR, terkait jam kerja dan soal perjanjian kerja.

Menurut Panglima Muda, apabila perusahaan melanggar undang-  undang ketenagakerjaan, maka sangat disayangkan LLMB akan membawa persoalan ini kejalur hukum.

Pada prinsipnya, kami dari LLMB sangat menjaga iklim Infestasi di Meranti ini, tapi sebagai pagar negri kami juga tidak mau jadi penonton di kampung sendiri, tutur Panglima Muda Ibrahim pula.

Menyambung apa yang telah disampaikan oleh Panglima Muda, Datuk Penasehat Sabara Damanik juga menyarankan agar dalam rekrutmen tenaga kerja, sebaiknya dilakukan dengan mencakup wilayah kecamatan dan selanjutnya kabupaten.

Hal ini mungkin dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja di PT. GSI kalau dilakukan secara luas dan bila perlu informasi dipublikasikan melalui media, kata Datuk Sabara.

Sebagai Sekretaris di LLMB, Datuk Afrijal Cik berkesempatan memperkenalkan Lembaga Laskar Melayu Bersatu kepada seluruh yang hadir bahwa Pendiri LLMB yaitu Alm. Letjen Purn. Syarwan Hamid bercita cita menyatukan semua organisasi kelaskaran yang ada di Prov. Riau.

Alhamdulillah, dalam waktu dekat di Negri Jiran Malaysia kalau tidak ada aral melintang akan dibentuk cabang LLMB, jadi Lembaga tempat kami bersatu ini berwawasan kebangsaan, pungkas Dt Afrijal Cik.

Menggapi penyampaian dari semua pengurus LLMB, Chip Corporat PT. GSI
Turman Doloksaribu mengatakan, 
bahwa pada awal Agustus lalu sudah diiformasikan kesempatan kerja
secara luas, tetapi hanya 55 orang  saja yang  memasukan surat lamaran.

Dengan adanya saran dari LLMB,  dalam waktu dekat PT. GSI akan membuka kesempatan pada putra daerah Kabupaten Kepulauan Metanti untuk berpartisipasi berkerja di perusahaan ini, dan akan kita informasikan melalui brosur ataupun publikasi lewat Media.

Turman juga menjelaskan terkait upah dan jam kerja, yang mana upah dibayar dengan sistim borongan dan jam kerja juga dibatasi, tidak sampai malam hari, sebab lokasi kerja di hutan dudah pasti memiliki tantangan juga resiko tak terduga.

Mengakhiri perkataannya, Turman sangat berharap kebutuhan tenaga kerja untuk karyawan Survei Seismik dapat dipenuhi dari Meranti, sehingga putra daerah memiliki pengalaman yang sangat berharga sebab jika survei berhasil maka PT. EMP akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak pula, dan acara diakhiri dengan Foto bersama.(nik).